Langsung ke konten utama

Aloha, gengs!




Bismillah...

Ini rumah baru, upaya saya ngepush diri sendiri menulis apa pun. Blog sebelumnya sudah sangat berdebu dan usang, maka saya niatkan ini lebih rapi dan dirawat. Hohoho.

Namun, nama personal blog ini nggak jauh berbeda dengan nama blog saya sebelumnya, duniaalfabetika, yang mewakili rangkaian kata dari saya pribadi.

Saya nggak janji bakal rajin nulis dan ngepost di sini, tapi... saya harap (pada diri sendiri) semoga semangat menulis saya sama menggebunya dengan keinginan membuat tulisan ketika setelah mengalami sesuatu.

Terkadang, keinginan menggebu sekali eh tapi mau nulis maleeeeesssnnyyyaaa naudzubillah mindaliq! :D. Maunya bikin novel baru, mana bisa kalau nulis males? Iya, tiap hari berkutat dengan pekerjaan tulisan, mengedit, tapi create sesuatu itu yang harus selalu diasah *ngomong sama diri sendiri*, biar otak nggak tumpul, jemari nggak cuma lelah mengetik tanpa makna, dan kegemukan kebanyakan duduk nggak sia-sia :D.

Baiklah... kira-kira apa yang saya post pertama kali selain basa-basi awalan ini? Saya sedang memikirkan saat ini. Mungkin tentang Asian Games 2018? Pas sekali, hari-hari ini kirab obor (torch relay) pesta olahraga terbesar setelah Olimpiade itu tengah berlangsung. Saya mau mengulas pengalaman saya pribadi terkait Asian Games 2018.

Oh iya, kenapa fotonya pesawat? Mereka idola saya di umur lebih dari 1/4 abad. Mereka Jupiter Aerobatic Team, my crush :D Tapi ngelirik TNI AU sudah sejak SMP, sih ;)

Basa-basi ini saya sudahi sampai di sini. Semoga apa saja yang saya tulis dalam blog ini, dulur semua bisa mendapatkan sesuatu berarti, sekalipun sedikit. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melewatkan Maladewa & Vietnam, berjodoh dengan Singapore Grand Prix

Jodoh itu tak pernah ada yang tahu. Demikian omongan yang sering kita dengar. Kadang bisa ditebak, bisa jadi jauh dari angan-angan, bisa jadi lebih dari yang kita harapkan.  Kalau boleh saya sebut, perjalanan saya pertama kali ke Singapura nonton gelaran balap Formula One (F1) atau Singapore Grand Prix pada 14-17 September lalu, adalah jodoh yang lebih dari harapan. Saya pernah berharap ke luar negeri, seperti teman-teman lain yang telah lebih dulu liputan ke negara orang. Bahkan resolusi jalan-jalan atau liputan ke luar negeri saya tulis di jurnal sebagai resolusi 2018. Meski dari awal bekerja di media saya bernaung belum berkesempatan, itu artinya saya harus bersabar menunggu giliran  dan rezeki bikin paspor, saya puas akhirnya terbang ke negara orang. Sebelumnya, saya mendapat peluang tawaran pergi ke Maladewa, open trip gitu, tapi karena saya belum punya paspor, ya lepas dari genggaman. Lagipula saya juga nggak bisa membayangkan kalau saya mendadak dicemplung...

Interview Remy Ishak aktor top Malaysia: The Power of Angan-angan

foto: via Instagram/@remyishak Menyadari fisik sempurna (sehat lahir dan batin, alhamdulillah) tapi tak OK jadi artis dan pribadi pemalu (? 😁), membuat saya merasa sudah cukup menjadi orang yang bisa berhubungan dengan para selebriti atau pesohor negeri. Sebenarnya sih nggak pernah bercita-cita jadi artis, tapi seneng aja kenal sama artis atau orang terkenal. Bangga! 😜 Saya lupa mulai usia berapa punya pikiran semacam ini. Yang paling saya ingat, jelang akhir kuliah, cita-cita jadi psikolog meluntur dan maunya kerja di perusahaan media massa. Kalaupun nggak jadi reporter/wartawan, minimal staff manajemen perusahaan itulah, biar saya bisa ketemu orang-orang terkenal seliweran tiap hari. Bahagia hidup saya, pikir saya kala itu. Tawaran kerja di sebuah biro psikologi dari seorang dosen saya tolak karena keukeuh mau kerja di bidang broadcasting. Radio sasaran saya waktu itu. Meski sadar betul nggak punya kemampuan ngoceh, saya pikir pokoknya bisa masuk dunia media, baik TV, cet...

Review hotel di Bandung: Jalan kaki ke Cihampelas Walk nggak sampai 10 menit

Traveling ke Bandung, 10-13 Oktober kemarin kukira bakal sendirian. Dari Jogja dan selama di sana. Makanya, aku riset betul-betul untuk menemukan hotel yang bersih, aman, nyaman, lokasi strategis karena siapa tahu aku ke mana-mana dekat naik ojek online.  Susah-susah gampang dapet hotel di Bandung dengan budget ngepas.  Tiap aku survei di Trav***ka, T*k*t, dan A**da, pasti yang aku fokus selain lokasi adalah review rating terendah, dari yang angka tahun lama maupun terbaru. Review yang bikin aku males memilih hotel biasanya soal (ini aku urutkan dari yang bikin aku berat memilih sampai yang bisa aku toleransi): 1. Kamar mandi kotor, shower atau air kran kecil bahkan ada yang mampet. Showernya yang panas nggak fungsi--awalnya aku nggak masalah ya ini, tapi nyampe Bandung memang sangat menolong sekali shower air panas/angetnya untuk meredam dingin (baik AC maupun cuaca) 2. Kamar engap, agak horor, ditaruh di pojokan, bla bla bla 3. Jalan sepi, penjaganya jutek, berisik, parkir s...