Pak Gio, pedagang tempe keliling legendaris se-Gadungan Raya :D Bermula dari niatan (nya sih) rajin nulis (random) di blog, seperti kawan-kawan kiri-kanan, tercetus ide menulis topik ini. Yah, sekalian mengenang masa kecil. Masa yang membuat saya nggak pusing dan khawatir seperti dewasa ini. Dulu pengen banget segera dewasa. Suatu hari, saya mengucapkan itu dengan lantang dan penuh semangat kepada ayah, yang berdiri di ambang pintu rumah, sementara saya duduk di buk/bok (bangku dari semen dan batu bata) halaman rumah. "Yah, sekarang aku kelas satu, nanti dua, tiga, empat, lima, enam, terus SMP satu, dua, tiga, lalu SMA satu, dua, tiga, terus lulus, gede deh," cerocos saya waktu itu dalam bahasa Jawa. Tepatnya setelah ngobrol dengan tetangga saya, Mas Erik, yang sudah kelas 5 atau 6 SD waktu itu. Kami satu sekolah. via GIPHY Huft... setelah dewasa itu datang, saya malah pengen mengerem itu, minimal. Karena, balik ke masa anak-anak lebih mustahil dari mengerem la...