Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label sosok inspiratif

Interview Remy Ishak aktor top Malaysia: The Power of Angan-angan

foto: via Instagram/@remyishak Menyadari fisik sempurna (sehat lahir dan batin, alhamdulillah) tapi tak OK jadi artis dan pribadi pemalu (? 😁), membuat saya merasa sudah cukup menjadi orang yang bisa berhubungan dengan para selebriti atau pesohor negeri. Sebenarnya sih nggak pernah bercita-cita jadi artis, tapi seneng aja kenal sama artis atau orang terkenal. Bangga! 😜 Saya lupa mulai usia berapa punya pikiran semacam ini. Yang paling saya ingat, jelang akhir kuliah, cita-cita jadi psikolog meluntur dan maunya kerja di perusahaan media massa. Kalaupun nggak jadi reporter/wartawan, minimal staff manajemen perusahaan itulah, biar saya bisa ketemu orang-orang terkenal seliweran tiap hari. Bahagia hidup saya, pikir saya kala itu. Tawaran kerja di sebuah biro psikologi dari seorang dosen saya tolak karena keukeuh mau kerja di bidang broadcasting. Radio sasaran saya waktu itu. Meski sadar betul nggak punya kemampuan ngoceh, saya pikir pokoknya bisa masuk dunia media, baik TV, cet...

Deretan pedagang paling berjasa bikin masa kecil (saya) bahagia

Pak Gio, pedagang tempe keliling legendaris se-Gadungan Raya :D Bermula dari niatan (nya sih) rajin nulis (random) di blog, seperti kawan-kawan kiri-kanan, tercetus ide menulis topik ini. Yah, sekalian mengenang masa kecil. Masa yang membuat saya nggak pusing dan khawatir seperti dewasa ini. Dulu pengen banget segera dewasa. Suatu hari, saya mengucapkan itu dengan lantang dan penuh semangat kepada ayah, yang berdiri di ambang pintu rumah, sementara saya duduk di buk/bok (bangku dari semen dan batu bata) halaman rumah. "Yah, sekarang aku kelas satu, nanti dua, tiga, empat, lima, enam, terus SMP satu, dua, tiga, lalu SMA satu, dua, tiga, terus lulus, gede deh," cerocos saya waktu itu dalam bahasa Jawa. Tepatnya setelah ngobrol dengan tetangga saya, Mas Erik, yang sudah kelas 5 atau 6 SD waktu itu. Kami satu sekolah. via GIPHY Huft... setelah dewasa itu datang, saya malah pengen mengerem itu, minimal. Karena, balik ke masa anak-anak lebih mustahil dari mengerem la...