Bismillahirrahmanirrahim.
Tulisan ini sebagai dokumentasi liburan keluarga di Tawangmangu, 11-13 April 2025 lalu. Libur Lebaran 2025 alhamdulillah bisa kumpul berlima setelah sehari-harinya pisah-pisah kota. Kami pilih tanggal segitu karena bersamaan orang-orang sudah mulai usai libur Lebaran. Dengan begitu, jalur ke Tawangmangu lancar damai. Harga sewa penginapan sudah kembali normal.
Ternyata memang benar, perjalanan kami dari Magetan ke Tawangmangu, alhamdulillah lancar, bebas macet, antre dll. Untuk pertama kalinya ke Tawangmangu, menginap di villa, aku pribadi takjub, sih. Duh, maaf sebelumnya kalau meremehkan Tawangmangu ada apa, sih? Temen-temen kantor bilang sih, enak udara sejuk, bisa makan molen-molen di pasarnya yang endul. Tapi pikiranku saat itu kayak, emang bagus ya? Emang sebagus kayak dataran tinggi di Bandung gitu, ya?
Eh, ternyata emang bagus! Sisi mananya? View di villanya. Pun sebenarnya sepanjang perjalanan dari Magetan ke Tawangmangu yang melewati Sarangan, Cemara Sewu, Cemara Kandang, itu hamparan kebun sayur, hutan-hutan pinus di bukit-bukit pegunungan sejauh mata memandang, bener-bener bikin mata seger. Tapi ya gitu, jalanannya jangan ditanya. Berkelok-kelok dan naik-turun. Kudu pinter-pinter yang nyopir. Dan untuk penumpangnya kayak aku yang potensi gampang mabok darat, dahlah… mending lihat keluar jendela mobil, nggak usah sibuk main HP (chat atau scrolling medsos), video atau fotoin jalanan yang dilewati aja pakai HP, cukup. Sempat kelarin kerjaan dikit via laptop sebelum lanjut saat sampai tujuan aja, kerasa samar pusing dan mualnya. Direkomendasikan pokok nikmati perjalanan aja.
Semakin naik daerahnya, semakin dingin kan… nah, itu efeknya ke telinga sempat agak buntu (cumpleng ya istilah Jawanya?). Terus lucunya yang aku baru tahu, udara dingin itu bikin bungkus snack semakin menggembung padat! Kenceng banget “bengkak”nya. Gemess.
Fasilitas Salima Cottage Tawangmangu
Perjalanan kami dari Magetan sekitar jelang Jumatan. Kami mampir dulu di masjid agung Magetan. Di sana, aku dan ibuk sempat makan pentol (bakso tusuk) di bawah rindangnya pohon di pinggiran alun-alun Magetan. Posisinya memang berseberangan dengan masjid agung. Lanjut perjalanan sampai villa Salima di Blumbang, Tawangmangu sekitar jam 14.00 sesuai jam check in. Oh iya, sebelum berangkat, admin yang mengurus Salima cottage ini sudah menghubungi aku duluan untuk konfirmasi kira-kira sampai jam berapa, dan meminta agar aku berkabar kalau sudah dekat lokasi.
Jalanan gang (masuk setelah dari jalan utama) menuju kompleks villa ini memang nanjak yang cukup tinggilah, dan cuma cukup 1 mobil lebar jalannya. Jadi kalau simpangan dengan mobil lain, nggak ada pilihan lain mundur cari celah ke halaman rumah orang atau belokan jalan lain. Jangan lupa bunyiin klakson sebagai tanda kita mau lewat/jaga-jaga di sisi berlawanan ada kendaraan mobil/motor juga. Posisi jalan gang ini ada di persimpangan yang bener-bener mepet belokan di jalan utamanya. Ancer-ancernya (sebelum naik jalan gang) sisi kanan ada sebuah masjid dan toko kelontong Madura (ini kalau dari arah bawah). Jelasnya nanti dishare location-nya kok setelah pemesanan 😎.
Oh, aku jadi ingat kenapa ditanya di form pengisian pesan tuh mobilnya apa, itu pertimbangan muat/tidaknya body mobil dengan jalanan ini. Kemarin kami bawa Innova ya ngepres, sih di jalan menuju villa/deket-deket villanya. Mobil yang bisa masuk lebih/sama gedenya dibanding Innova tuh, Land Cruiser juga bisa. Drivernya harus yang oke pengalamannya.
Sampai di sana, penjaga dari villa yang kami pesan sudah siap menyambut. Namanya Mbak Arum. Beliau “manggakke” kami masuk ke cottage (room) bagian tengah. Kami masuk dari pintu belakang karena parkiran 1 cluster villa Salima ini di belakang bangunan villanya. Keuntungan posisi villa ini adalah pagi dan sore hari sama-sama mendapatkan cahaya matahari. Pagi dari belakang, sore dari depan.
Nah, di dalam cottage ini ada apa aja? Coba aku breakdown:
1. 1 spring bed ukuran besar (muatlah 2-3 orang dewasa dengan bobot tubuh normal) komplet dengan 2 bantal + 1 cover bed/selimut
2. 1 sofa panjang (bisa buat tidur juga 1 orang dewasa)
3. Rak sepatu
4. TV digital
5. Lemari panjang mendatar di bawah TV
6. Gantungan baju
7. Dapur (komplet alat makan dan minum, panci kecil, teko rebus air, wastafel dan sabun cuci piringnya, kompor, galon air minum, [kalau nggak salah inget nih] 2 butir telur, 2 bungkus mi instan goreng, beberapa sachet kopi/teh)
8. Tempat sampah
9. Kamar mandi (kloset duduk, wastafel cuci tangan, gantungan handuk dan baju, ember kecil, gayung air, shower 2 jenis (kecil dan besar), kran, dan 2 handuk (yang diganti tiap hari).
10. Di depan kamar mandi ada rak jemuran
11. Disediakan payung juga
12. Keset jelas ada, 1 depan, 1 belakang/kamar mandi
13. Karpet tebal dan lembut
14. Genset serta isi bensinya. Sempat mati sekejap kemarin kami di sana. Udah mau nyalain, eh alhamdulillah sudah nyala.
15. Dua kursi santai di teras depan.
Nah, karena aku berlima (rekomendasinya sih maksimal pol 5 orang 1 unit villa itu), jadi aku pesan 1 extrabed untuk 2 malam. Tambahannya dikasih selimut 1 dan ada lagi bantal ingetku. Kalau butuh sapu dan kain pel, disediakan di gudang belakang. Bahkan semprotan nyamuk juga ada di gudang.
Trus, catat baik-baik yaa… ini villa syariah. Jadi ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. Aturannya tuh semuanya bisa aku terima, justru membuat aku merasa SANGAT AMAN DAN NYAMAN untuk menginap bareng keluarga. Bisa cek di akun Instagram @villatawangmanguofficial (akun marketing) ya aturan-aturannya.
Kendala dan Solusi Menginap 3 Hari 2 Malam di Salima Cottage Tawangmangu
Secara bangunan, aku puas. Apalagi saat tinggal di situ selama 2 malam, keluargaku satu-satunya yang menghuni (satu dari 5 cottage) villa Salima. Serasa villa pribadi! 😄 Trus mikir, tampak menggiurkan juga bisnis penginapan gini, ya? *otak pengen berbisnisnya ketrigger. Sebab, nggak jauh dari villa kami, ada cluster villa lain (model cottage juga), kebetulan lebih rame orangnya. Selain itu, sepertinya Salima villa ini terbilang baru. Jadi kekokohan dan kebersihannya bagus. Perkara kendala yang ada, apa aja? Gimana solusinya?
1. Air kamar mandi itu ada yang dingin, ada yang panas/hangat.
Nah, yang hangat ini keluarnya khusus dari shower, tapi nunggu beberapa menit baru anget, tuh. Trus kalau nyalain saluran kran lain, kehangatan air shower itu akan berkurang perlahan dan berubah dingin.
2. Air kamar mandi lagi.
Kalau satu saluran air kecil/lamban keluarnya, harus dipancing dengan saluran air lain. Misalnya, kran bidet kloset kecil keluar airnya, maka pancing dulu dengan menyalakan kran lain, biar kenceng itu air dari bidetnya.
Disclaimer: Dua poin di atas bisa jadi agak-agak kendala karena kenapa sih nggak otomatis lancar? Tapi aku bisa memaklumi, bisa jadi karena villa ini baru, atau kondisi geografis, dan apa pun faktornya sehingga ya jangan ngarep semua serba lancar dan otomatis kayak di hotel mevvah tengah kota. Toh bisa diakalin kan, yaa. Dan akalinnya seperti yang aku sebut itu solusi dari pengelola/penjaga villa yang berniat bantu dan bikin nyaman penghuni villa. Tertempel instruksinya di dinding kamar mandi. Tenang, kebutuhan air terpenuhi aman selama di sana.
3. Gagang panci copot padahal baru mau dipakai.
Akhirnya kami chat Mbak Arum (rumahnya tidak jauh dari Salima villa, turun ke bawah). Dan beliau fast respons untuk mengganti panci yang berfungsi baik. Sejak awal Mbak Arum menyampaikan, apa-apa kendala atau butuh bantuan, silakan chat beliau.
4. Agak-agak ada komunikasi nggak lancar nih dengan admin yang jualan BBQ, yang aku pesan malam kedua.
Aku pesan BBQ ini di nomor kontak yang sama ketika aku pesan villa jauh-jauh hari. Tapi yang mengurus teknis BBQ ini ternyata beda orang.
Di awal pesan aku sudah isi data (paket yang dipilih dll). Trus aku konfirmasi nih dekat-dekat hari H, masih ke nomor awal aku pesan villa dan BBQ, bertanya soal jam berapa diantar, bayarnya gimana jadinya, dll. Nah, aku diarahkan ke admin yang mengurus pengantaran BBQ. Aku pun lanjut konfirmasi pada hari H aku pesan, Sabtu (12/4) pada 15.30. Pengantaran dibilang abis magrib. Ya, nangkepku abis magrib udah sampai. Pikiran keluarga juga sama. Ternyata telat 1 jam. Jam 19.05 aku chat lagi. Katanya lagi di jalan. Ya, jam 19.08 gitu sampai villa. Bayarnya cash ya, dan uang pas.
Agak menyayangkan aja kenapa tidak ada kabar/konfirmasi sejak awal. Pertama, sejak awal aku pesan, kenapa aku tidak dihubungi? Atau dikasih nomor kontaknya. Kayak jemput bola karena aku beli nih, nanti. Tapi aku tepis egoku, karena ya okelah aku yang mau harusnya aktif nanya nomor kontak + aku relain mengonfirmasi duluan dekat-dekat hari H menginap di villa. Kedua, tidak ada informasi detail “habis magrib” itu artinya baru berangkat atau nyampe villanya. Interpretasiku dan keluarga “habis magrib” ya 18.00 - 18.30 itu, makanan dan alat BBQnya sampai di villa. Karena meleset sampai isya’, ya sempat suudzon kenapa2 di jalan atau niat nggak jualan? 🙏
Selama nunggu itu agak nahan kesel sih, komunikasi nggak lancar, telat, mana sini laper, tapi juga berusaha ngontrol. Ya, kalau nggak dianter pun, ya sudah. Makan mi instan sama telor aja yang udah direfill Mbak Arum. Toh belum bayar juga posisinya. Tapi ya alhamdulillah diantar dengan selamat.
Mungkin komunikasinya diluwesin lagi aja sih, sama jemput bola ke calon pembeli jasa/barangnya. Nggak salah cara admin balesnya, pelayanannya. Kurang luwes aja. Dan buat kita-kita yang mau pakai jasa/beli barang, emang kudu ngalahi juga aktif nanya nomor kontak atau jaga komunikasi guna meminimalisir grundelan.
Gimana Makan Selama di Villa?
Logistik aku dan keluarga dipenuhi dari beberapa sumber
1. Dari villa menyediakan telur, mi instan, kopi, dan teh.
Kami masak deh, mi goreng dan telurnya sesampainya di cottage. Ayahku kelaperan! Hahaha. Fasilitas logistik dari villa ini cukup buat ganjal-ganjal perut. Baru malamnya turun ke bawah cari lauk.
2. Dari mampir rumah saudara di Magetan, dibawain macam-macam makanan, dari beras sampai camilan Lebaran, bahkan jeruk Bali!
Karena makin sore jelang malam laper sementara hawa-hawanya makin berkabut campur tanda-tanda mau hujan, tak lama juga hujan, bertahan deh masak beras dan ngemil dulu. Sambail lanjut pekerjaan untuk esok harinya.
Abis magrib aku dan 1 adik turun ke Pasar Tawangmangu cari lauk, penyetan ayam dan lele. Kenapa jauh banget? Lima kilometer loh, dari Salima Cottage Tawangmangu. Mana medan menuju/dari cottagenya nanjak/turun banget. Ya, aslinya mau sekalian cari sayur selada buat BBQ-an malam kedua. Eh, ternyata di pasar sayur Tawangmangu itu grosiran/bungkusan gede-gede ya? Kayak ragu aja mau “nempil” beli dikit. Akhirnya nggak jadi, deh. Beli aja lauk makan ayam dan lele, terus beli gorengan molen yang dikata enak sama temen kantor. Emang enak, sih! Ada taburan gula halusnya (dibungkus plastik klip sih awalnya). Rp2.000 dapat 3, aku beli Rp20.000, dapat 1 kardus. Gorengan kayak timus, ote-ote/bakwan, gitu ingetku Rp5.000 dapat 3, beli juga Rp20.000. Itu abis sampai esok siangnya kami ke Candi Cetho. 😋
3. Fasilitas sarapan dari pengelola villa.
Villa Salima juga kasih fasilitas sarapan untuk 3 porsi (jatahnya memang segini, ya. kalau nambah, ya bisa jadi nambah biaya sih). Hari pertama sarapan, aku dapat nasi goreng. Hari kedua mau pulang itu dapat nasi pecel. Diantar sekitar jam setengah 7 sampai jam 8 pagi.
4. Penjual nasi pecel.
Ternyata ada ibu-ibu warga lokal yang jualan pecel di cluster villa Hayya, yang satu jalan dengan cottage kami menginap. Beliau jualan persis di pojokan villa tersebut, di pinggir jalan. Aku, ayah, ibuk pun turun beli. Ngantre ya barengan penyewa cottage villa lain.
Aku lupa per porsi harganya berapa, tapi total aku beli tuh Rp50.000 untuk 4 porsi nasi pecel, masing-masing 2 lauk (bakwan/telur). Sayurannya komplet: lamtoro/petai cinta, kecambah, timun cacah, kacang panjang, dll. Awalnya mau beli 5 bungkus, tapi akhirnya 4 aja karena sempat lupa/nggak teliti baca info bahwa kami dapat sarapan. Saat kami beli, eh sarapan diantar. Jadi, daripada mubazir beli banyak-banyak, sarapannya nggak abis karena ada rencana keluar main, pasti makan lagi, jadi ya udah beli pecel 4, dan makan nasi goreng bareng-bareng untuk 5 orang.
Dari semua logistik itu, persiapan mandiri lebih bagus, sih. Jaga-jaga kalau ada hambatan keluar cari makan seperti hujan dll, bawa aja logistik instan dan praktis untuk disantap di villa. Bawa stok air minum. Misal beli 1 kardus air mineral botolan besar.
Termasuk kalau mau bawa sendiri selimut atau bantal tambahan, nggak papa. Bisa lebih hemat juga, karena nggak nambah biaya buat sewa barang tambahan misalnya. Karena itulah yang aku lakukan dengan keluarga! Bawa selimut tebal 2 lapis! Bermanfaat banget untuk kami berlima. Dari villa sendiri, disediakan 2 selimut (1 dari bednya, 1 diantar Mbak Arum).
Sebenarnya dari villa (lewat Mbak Arum) jika ingin sewa motor misal perlu, disampaikan saja, biar dibantu. Kemarin kayak iya-nggak-iya-nggak mau sewa motor buat mempermudah mobilitas turun bukit cari makanan. Tapi karena kondisi hujan juga, memang lebih pas pakai mobil saja. Jadi, tidak kami lanjutkan sewa motor.
Suasana di Sekitar Villa
Soal udara jangan tanya. Dinginnya bisa 18-16 derajat Celcius. Kabutnya bisa menyelimuti sekeliling di pagi, sore, maupun malam hari, lalu menghilang, terus muncul lagi. Tapi yang jelas, udara pagi hari, SEGER PARAH! Duh, coba ada rezeki lebih dari sisi materi dan waktu, mau deh seminggu atau lebih tinggal di situ. Detox dari hiruk-pikuk duniawi.
Biaya Menginap Salima Cottage
Kalau dirinci ya, selama menginap di sana, kurang lebih begini:
- Sewa villa Rp600.000 x 2 malam = Rp1.200.000 (DP dulu 50%, lalu dilunasi setelah mau check out), bisa update/cek berkala di akun IG-nya untuk tahu harga weekday dan weekend, ya
- Tambah 1 extrabed Rp100.000 x 2 malam = Rp200.000 (didiskon sama adminnya, jadi cuma bayar Rp100.000)
- Konsumsi dll sesuai kebutuhan masing-masing, ya.
- Pesan BBQ bisa menyesuaikan paketannya. Di highlight IG-nya, ada informasi pemesanan BBQ.
Jadi dengan harga segitu, buatku worth it untuk fasilitas, kualitas bangunan, sirkulasi udara, pencahayaan matahari, view sekitar. Bisa diulangin ke sini lagi. InshaaAllah. Karena poin plusnya, clusternya cuman 5 cottage (room), nggak banyak, dapur sendiri-sendiri/nggak sharing, jadi buat yang introvert atau mau quality time sama keluarga, cocok. 😍
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar